Monthly Archives: May 2014

FATAMORGANA CAPRES ARTIS

Pada saat sebelum pelaksanaan pemilihan legislatif 9 April 2014, begitu di gadang-gandangnya Roma Irama sebagai bakal calon presiden dari kalangan artis yang diusung oleh PKB. Berbeda halnya dengan Ahmad Dani yang berperan sebagai juru kampanye. Langkah strategis pun ditempuh oleh Rhoma Irama dengan mengunjungi berbagai pemuka agama di pelosok-pelosok daerah, bahkan kampanye terbuka yang melibatkan RI tidak pernah surut dari simpatisan aliran musik dangdut mau pun partai. Walhasil PKB memperoleh suara angka yang pantastis untuk daya tawar pilpres. Akan tetapi pencalonan RI sebagai bakal calon presiden sepertihalnya bayang-bayang patamorgana di antara panasnya suhu politik pilpres yang tak akan pernah tergapai. Karena PKB lebih cenderung memilih Mahfud MD untuk diusung sebagai calon wapres bersama Joko Widodo. Fenomena ini merupakan tamparan keras bagi kalangan artis tertutama RI, sekaligus membalikkan orientasi politik Roma Irama untuk tidak mendukung koalisi tersebut.

Beberapa hal mengenai posisi RI hanya dipandang sebagai: Pertama, pendulang suara pada saat-saat kampanye terutama bagi pemilih pemula yang belum memiliki pilihan tetap baik bagi partai maupun kader partai yang terlibat dalam kursi legislatif ataupun presiden. Kedua, menggiring para penikmat aliran musik dangdut untuk memilih partai PKB. Ketiga, setelah prosentasi meningkat dalam perolehan suara pada pileg posisi RI tidak lagi menjadi signifikan. Keempat, setelah tahap pileg selesai seolah-olah yang paling menentukan akan pemenangan pilpres adalah kalangan DPP PKB. Kelima, sikap politik Roma Irama yang tidak mendukung koalisi tersebut dianggap sebagai riak air dalam segelas kopi, suatu fenomena yang terbalik ketika Roma Irama pada saat PKB belum memperoleh suara yang meningkatkan posisi tawar bagi partai lain.

Indikasi diatas jelas akan berdampak pada perolehan suara pilpres mendatang jikalau Joko Widodo berpasangan dengan Mahfud MD karena tidak terakomodirnya suara Satria Bergitar. Pertama, penurunan suara akan nampak berkurang bagi wilayah Jawa Barat yang padat penduduk karena tokoh Roma Irama merupakan seniman plus pemuka agama yang dibesarkan dari Kota Tasik  Malaya. Kedua, tumbuhnya sikap solidaritas profesi di kalangan selebritis terkait dengan fenomena politik yang menimpa Roma Irama terutama para artis dangdut. Ketiga, masyarakat akan menilai bahwa Rhoma Irama hanya dijadikan pekerja politik bukan orang yang menentukan arah kepentingan politik partai, sehingga akan menimbulkan simpati masyarakat sebagai orang yang termarjinalkan.

Berkaca dari fenomena tersebut maka dapat di tarik empat pelajaran penting. Pertama, perkembangan ideologi partai politik di Indonesia masih memiliki warna yang mudah pudar jika dihadapkan pada politik praktis. Karena menitikberatkan pada pemenangan pemilu bukan pada integritas ideologi partai itu sendiri. Kedua, pelajaran yang berharga berikutnya bagi kalangan artis itu sendiri untuk lebih mempertegas posisi daya tawar pada partai politik agar orientasi politik partai tidak berubah di tengah jalan, karena tersandung pada atmosfer prosentase perebutan kekuasaan. Ketiga, hal ini lebih menegaskan bahwa dalam sistem kepartaian di Indonesia belum pernah terjadi istilah oposisi dan koalisi permanen. Mengingat PDI-P merupakan partai yang beroposisi pada masa kekuasaan SBY-Budianono dan PKB Berkoalisi dengan Demokrat. Sekarang PKB berkoalisi dengan PDI-P dan Demokrat menunggu agar bisa berkoalisi atau oposisi. Keempat, fenomena ini secara langsung mengajarkan pada masyarakat bahwa ideologi itu tidak lebih penting dari kedudukan kekuasaan, dan menumbuhkan sikap mental pragmatis bagi politisi-politisi muda yang akan berpolitik praktis di kemudian hari.

Historical Bowling


Nama Teknik Pembelajaran

Historical Bowling, merupakan salah satu metode pembelajaran hasil karya mahasiswa IPAI B 2013 dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial yang beranggotakan: Ahmad Taufik Nursaleh (1302041), Casiska Winda (1300469), Hanifah Adesty (1300959), Lutfiani Masyaridilah (1305086), Reyza Farhatani (1302089), dan Vera Novayanti (1301144).

 Latar Belakang Pembuatan Metode Pembelajaran

Dalam kenyataan saat ini, banyak ditemukannya kesan jenuh pada siswa dalam menerima dan menjalani kegiatan belajar mengajar. Yang pada akhirnya, materi yang disampaikan kurang dapat diterima dan dipahami dengan baik. Oleh karena itu, dibuatlah suatu metode pembelajaran yang terdapat unsur ketertarikan dan antusiasme siswa dalam berpartisipasi dan berperan aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Hal ini juga guna menciptakan keefisiensian dalam penyampaian materi dalam kegiatan belajar mengajar, apa yang disampaikan tidak sia-sia begitu saja, melainkan ada timbal balik dari diri siswa.

Disini, kami membuat sebuah metode pembelajaran yang kami namai dengan “Historical Bowling”. Yang mana, metode pembelajaran ini terinspirasi dari permainan bowling. Pembuatan ini juga dapat dilakukan oleh setiap kalangan, karena tidak begitu memakan biaya yang besar, mudah serta dapat dibuat dari barang-barang bekas.

Materi dalam Pembelajaran

Disini, kami mengambil materi Sejarah mengenai Perkembangan Kerajaan-kerajaan di Indonesia dan yang lebih spesifiknya adalah Perkembangan Kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia. Selain ini materi IPS dan sesuai dengan program studi yang kami kontrak, maka mempelajari materi tentang Perkembangan Kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia tentu sangatlah penting, karena sejarah adalah sebagai tolak ukur dalam menjalani masa yang akan datang. Artinya, dengan menegetahui sejarah, kita dapat melanjutkan atau bahkan meningkatkan hal positif yang ada di dalamnya dan juga menghapus/dijadikan acuan dari hal negatif yang ada di dalamnya agar tidak terjadi suatu kesalahan yang sama.

Sasaran Metode Pembelajaran

Selanjutnya, untuk sasaran metode pembelajaran ini kami tujukan kepada siswa kelas VII E, yang bertempatkan di SMPN 27 Bandung. Namun, metode pembelajaran ini juga dapat diaplikasikan untuk jenjang SD atau SMA/Sederajat.

Manfaat Metode Pembelajaran

Manfaaat metode pembelajaran ini antara lain sebagai berikut:

  1. Peserta didik bisa menerima informasi materi dengan mudah, karena suasana yang menyenangkan dan tidak membosankan.
  2. Dapat meningkatkan motivasi peserta didik dalam belajar.
  3. Permainan ini berbasis kompetisi sehingga memotivasi peserta didik untuk menjadi pemenang, karena sebagai pemenang akan mendapatkan reward atau hadiah.

Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang diperlukan untuk membuat media ini antara lain:

  1. Botol aqua
  2. Kertas HVS
  3. Kertas crape
  4.  Kardus
  5. Karton
  6. Gunting
  7. Cutter
  8. Double tape
  9. Print gambar/materi
  10. Air
  11. Plastik bekas
  12. Karet             

 Aturan Permainan

Aturan permainan dalam memainkan metode ini adalah sebagai berikut:

  1. Siswa dibentuk menjadi dua kelompok yang terdiri dari 14 orang pemain, 1 orang pembaca soal, 1 orang penulis skor, dan 2 orang yang bertugas membereskan bowling.
  2. Para pemain berdiri berbaris di depan bowling.
  3. Setiap pelempar melemparkan bola setelah dibacakan pertanyaan dan setelah adanya aba-aba “Prajurit…Euyy…Siap…Tembak..Dorrr…” dari kelompok masing-masing.
  4. Kelompok mendapatkan poin apabila lemparan tepat pada sasaran dengan jawaban yang benar.

Deskripsi Hasil Uji Coba Metode Pembelajaran

Pada hari Jumat, tanggal 7 Maret 2013 kami melakukan observasi metode pembelajaran IPS di  kelas VII E SMPN 27 Bandung. Di SMP ini kami menggunakan permainan bowling yang kami modifikasi menjadi Historical Bowling. Pada saat kami mengajak adik-adik melakukan permainan ini, mereka terlihat antusias dan penasaran dengan botol warna-warni yang kami bawa. Permainan di mulai, adik-adik kelas VII E kami bariskan menjadi dua baris seperti sebuah prajurit yang akan bertempur. Saat permainan berlangsung diantara mereka ada yang konsentrasi, ada juga yang saling menertawakan temannya karena lemparannya tidak mengenai sasaran. Saking antusiasnya, mereka beberapa kali gagal melempar. Lalu setelah itu, dilakukan evaluasi dan refleksi dari permainan yang telah dilakukan tersebut.

Kesimpulan

Permainan Historical Bowling adalah metode yang dibuat untuk menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan. Latar belakang dinamakan Historical Bowling karena materi yang ada pada permaian tersebut adalah tentang mata pelajaran sejarah. Permainan ini merupakan solusi untuk para siswa yang kurang dalam berkonsentrasi dalam belajar dikelas karena siswa dituntut aktif dalam permainan, antara ingatan dan ketepatan harus sesuai. Maka  konsentrasi tinggi sangat dibutuhkan.

Materi yang dipelajari pada permainan ini adalah Perkembangan Kerajaan-Kerajaan di Indonesia dan yang lebih spesifiknya adalah Perkembangan Kerajaan Islam, dimana disini terdapat materi tentang letak Kerajaan, siapa saja tokoh pendiri dalam kerajaan dan benda-benda peninggalan atau prasasti kerajaan-kerajaan Islam tersebut. Dengan metode ini, diharapkan kegiatan belajar mengajar di kelas dapat membuat siswa lebih aktif dan inovatif.