Bingung memilih pemimpin?

Atas dasar pertimbangan negera Indonesia yang berlandaskan nilai ketuhanan pada alinea ketiga pembukaan UUD NRI 1945 dan sila pertama Pancasila, keinginan pengelolaan negara yang baik dengan berlandaskan prinsip good governance, dan terhindar dari perilaku korup yang berlandaskan pada prinsip clean government. Maka formulasi kepemimpinan terbagi kedalam katergori iman, profesional dan mapan, antara lain:

1.Beriman, profesional, mapan

2.Beriman, profesional, kurang mapan

3.Beriman, profesional, tidak mapan

4.Beriman, kurang profesional, mapan

5.Beriman, kurang profesional, kurang mapan

6.Beriman, kurang profesional, tidak mapan

7.Beriman, tidak profesional, mapan

8.Beriman, tidak profesional, kurang mapan

9.Beriman, tidak profesional, tidak mapan

10.Kurang beriman, profesional, mapan

11.Kurang beriman, profesional, kurang mapan

12.Kurang beriman, profesional, tidak mapan

13.Kurang beriman, kurang profesional, mapan

14.Kurang beriman, kurang profesional, kurang mapan

15.Kurang beriman, kurang profesional, tidak mapan

16.Kurang beriman, tidak profesional, mapan

17.Kurang beriman, tidak profesional, kurang mapan

18.Kurang beriman, tidak profesional, tidak mapan

19.Tidak beriman, profesional, mapan

20.Tidak beriman, profesional, kurang mapan

21.Tidak beriman, profesional, tidak mapan

22.Tidak beriman, kurang profesional, mapan

23.Tidak beriman, kurang profesional, kurang mapan

24.Tidak Kurang beriman, kurang profesional, tidak mapan

25.Tidak beriman, tidak profesional, mapan

26.Tidak beriman, tidak profesional, kurang mapan

27.Tidak beriman, tidak profesional, tidak mapan

Ketika masa pemilihan pemimpin tiba, buatlah tabel kategori sasi, seperti berikut ini:

Beriman Profesional Mapan Kesimpulan Kategori
B K T P K T M K T
Calon A x x x Beriman, kurang profesional, tidak mapan 6
Calon B x x x Kurang beriman, profesional, mapan 10
Calon C x x x Beriman, kurang profesional, kurang mapan 5

Kesimpulan dari tabel diatas bahwa pilihan jatuh pada calon C karena berada pada kategori kelima pada kriteria pemimpin, sedangkan calon A berada pada kategori keenam, dan calon B berada pada kategori kesepuluh. Dengan otomatis akan memudahkan untuk memilih pemimpin yang baik dan berkualitas. Mudah-mudahan pemimpin yang telah terpilih berada pada kategori satu sampai tiga, dan mudah mudahan tidak ada pemimpin yabg berada pada kategori 16-27. Aamiin YRA.

SENI ANGKLUNG WAHANA MEWUJUDKAN VISI

Kuliah perdana di FPIPS UPI menjadikan suatu tradisi yang positif dengan cara mengundang tokoh nasional. Pada kesempatan kali ini, mengundang Bapak Prof. Dr. Susilo Bambang Yudhoyono Presiden Ke-6 Republik Indonesia. Tema yang diusung pada kesempatan ini mengenai pendidikan kedamaian. Selesainya kuliah yang disampaikan oleh Bapak SBY, disambut dengan permainan angklung dengan kolaborasi pemain anatara dosen, karyawan dan mahasiswa FPIPS UPI. Permainan angklung tidak sekedar bermain, melainkan memiliki makna yang mendalam dibalik alunan nada lagu. Pertama Konduktor, bisa diartikan sebagai pemimpin pagelaran, yang memberikan isyarat dengan gerakan tubuh mengenai nada yang harus dimainkan. Bisa diartikan sebagai seorang pemimpin yang memberikan kebijakan apa yang diberikan dan yang harus dilaksanakan. Kedua pemain dengan nada: do, re, mi, fa, so, la, si, do. Nada yang dimainkan lebih kepada peran perorangan sesuai dengan tangga nada yang terdapat pada angklung masing-masing. Hal ini, bisa diartikan bahwa setiap pemimpin memberikan keputusan yang harus dimainkan oleh keahlian yang dimiliki oleh setiap orang agar hasil dari pekerjaan menjadi optimal tidak sekedar selesai suatu pekerjaan. Ketiga pemain dengan memainkan nada secara berkelompok. Peran ini dapat diartikan bahwa kebijakan yang diberikan oleh pemimpin, terdapat pekerjaan yang bisa menghasilkan hasil yang baik manakala dikerjakan dengan cara berkelompok. Keempat, Pemimpin memberikan hormat diawal pementasan dan memberikan hormat secara bersama-sama ketika di akhir kegiatan. Mengartikan bahwa pekerjaan yang dilakukan oleh pemimpin bersama dengan tim diawali dengan nilai penghargaan kepada orang lain yang memberikan kesempatan atas pekerjaan atau kegiatan yang akan dilaksanakan dan yang telah dilaksanakan. Walhasil kegiatan pementasan seni angklung atau dalam hal ini visi yang dilaksanakan oleh seorang pemimpin dan tim dapat berjalan dengan baik dan mendapatkan apresiasi yang baik pula.