Category Archives: Pendidikan

OUTLINE ACADEMIC WRITING

Why articles are rejected by journal

  • Introduction not connected with bigger issue
  • Literature is out of date
  • Too much description and no longer argument
  • Peer review not satisfactory
  • Not connected with other literature with high impact factor (Europe, Australia, and America article)

Peer review process

Finding the right, up-to-date literature

  • Google scholar (citation score)
  • Searching back in time
  • Researching forward in time
  • Researchgate + Academia.edu
  • Abstracts

Research Question-sections-paragraphs-sentences-English language corrections-references

Writing a novel is like driving a car at night. You can only see as far as your headlights, but you can make the whole trip that way. E.L. Doctorow.

Half my life is an act of revision. John Irving.

Paragraphs as building blocks of a text

  • Each paragraphs deals with only one topic.
  • This topic is summarized in the topic sentence.
  • The rest of the paragraph is nothing but an elaboration of the topic sentence (data support).
  • All that remains to be done is to rewrite the text, until the topic sentences, read one after the other, give a coherent story.

Prose is architecture, not interior decoration. Ernest Hemingway.

Easy reading is damned hard writing. Ernest Hemingway.

If the paragraphs are the building blocks of a text, the transitional phrases are the mortar that keeps the blocks together. Freek Colombijn.

Easy ways to improve your English

  • Length 20-24 words (max 30 words)
  • Avoid woolly language or wordness
  • Avoid passive sentence
  • 1 clause per sentence
  • Check this/that/these/those
  • Parallel phrases
  • One term for one concept

Reference:

Freek Colombijn, 2017, Department of Social and Cultural Anthropology, Vrije Univeersiteit Amsterdam, (f.colombijn@vu.nl)

 

SENIOR TAK PERNAH “SALAH”

Tentunya ingatan masyarakat masih hangat, mengenai fenomena orientasi siswa dengan atribut yang kurang begitu mendidik. Melihat kejadian tersebut, tahapaan orientasi siswa tersebut merupakan proses pewarisan nilai yang terjadi pada awal-awal setelah reformasi. Akan tetapi, hal itu terulang sepuluh hingga lima belas tahun kemudian. Ketika, yang dulunya menjadi mahasiswa sekarang menjadi tenaga pendidik, dan masih melekat ingatan pada saat menjadi mahasiswa dan mengikuti masa orientasi kampus, kemudian diimplementasikan di dunia pekerjaan. Bahkan terdapat adugium yang sulit dihilangkan, yaitu; pasal pertama, senior tidak pernah salah. Pasal kedua, jika senior salah dikembalikan kepada pasal pertama. Makna adugium, bahwa seniorlah orang yang tidak bisa di persalahkan yang berdampak pada sikap dan tindakan senior yang kurang dapat di pertanggung jawabkan. Disinilah letak awal penyimpangan masa orientasi dan melahirkan tindakan-tindakan memarahi mahasiswa tanpa alasan yang jelas, memberikan hukuman tanpa sebab, semena-mena menempelkan atribut, evaluasi kegitan yang berlebihan, dan yang lebih utam memberikan kesan bahwa senior itu menjadi ditakuti karena keganasannya dibandingkan disegani karena prestasinya.

Peristiwa tersebut, bukan tanpa alasan. Berbagai argumentasi muncul, baik mengenai latihan mental, kedisiplinan, kepatuhan dan lain sebagainya. Oleh karena itu setiap kegiatan masa orientasi mahasiswa baru perlu di dikaji dan diatur sedemikian rupa. Sehingga perwarisan nilai dapat sampai dengan baik dan dengan cara yang tepat. Karena tidak menutup kemungkinan, nilai-nilai yang ditanamkan pada saat sekarang ini akan berulang kembali, beberapa tahun kemudian.

Oleh karena itu, momen yang sangat berharga pada setiap akhir agustus. Hampir di semua perguruan tinggi menggelar masa orientasi kampus. Terdapat beberapa tujuan dari masa orientasi kampus, antara lain: Pertama, masa orientasi kampus yang lebih dominan oleh kegiatan-kegitan yang bertujuan untuk memperkenalkan kegiatan kemahasiswaan. Baik yang sifatnya melatih kemampuan berorganisasi maupun kegiatan yang berbau hobi dan prestasi. Kedua, kegiatan orientasi kampus yang menyeimbangkan antara kebutuhan orientasi akademik mahasiswa dan kebutuhan keorganisasian. Swehingga pada setiap kegiatannya menkombinasikan kedua hal tersebut. Ketiga, masa orientasi kampus hanya di penuhi dengan kebutuhan akademik mahasiswa baru saja. Dengan dasar pemikiran, bahwa mahasiswa baru harus siap mengikuti ketika perkuliahan awal dimulai. Membantu proses tahap adaptasi dari gaya belajar siswa dan gaya belajar mahasiswa.

Persoalan muncul ialah tipe yang maha yang akan dimunculkan, sebagai suatu pilihan orientasi kampus yang memiliki keteguhan nilai yang mumpuni. Sebelum menentukan, alangkah lebih baik memiliki visi terlebih dahulu. Bedasarkan pertimbangan, selain mahasiswa sebagai masyarakat akademik. Mereka pun, akan menjadi bagian dari dunia pekerjaan yang sesuai dengan bidang keahlian. Sebagai masyarakat akademik: jelas mahasiswa baru, dibimbing pada kegiatan-kegiatan yang mampu meningkatkan prestasi akademik. Sepertihalnya: bagaimana menjadi anggota perpustakaan, meminjam buku, memiliki koleksi e-book dan e-journal, e-learning, membuat artikel ilmiah dan artikel lepas, publikasi ilmiah, anti plagiarism, tips mengikuti perkuliah yang baik, tips memperoleh buku yang baik, membuat kelompok diskusi/belajar, mengikuti program LKTM-DIKTI, students exchange, mahasiswa berprestasi dan lain sebagainya.

Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan dunia pekerjaan. Mahasiswa baru dapat diperkenalkan dengan kegiatan keorganisasian. Karena menanamkan nilai; kejasama tim, kepemimpinan dan karakter kepemimpinan, kemandirian, belajar membuat visi, misi, strategi organisasi, mekanisme mengambil keputusan, konsekuensi dengan keputusan yang diambil, membuat laporan pertanggung jawaban, membuat proposal kegiatan, melaksanakan kegiatan, mengevaluasi kegiatan, memberikan rekomendasi perbaikan kegiatan dikemudian hari, merekrut pengurus, melatih pengurus organisasi, mengganti pengurus, belajar mementingkan kepengtingan orang banyak ketimbang kelompok dan individu. Orientasi organisasi tersebut perlu dilaksanakan dengan baik, tidak sekedar terlaksana. Karena tidak jarang, organisasi kemahasiswaan terkendala oleh dana dan kerjasama tim yang baik dikalangan mahasiswa sendiri. Berdampak pada pelaksanaan kegiatan yang kurang begitu maksimal.

Merupakan suatu keniscayaan, bahwa kegiatan orientasi kampus yang merupakan momentum penanaman nilai yang sangat penting dan berdampak sangat panjang di kemudian hari. Kegiatan kemahasiswaan dan kegiatan akademik sangatlah bermanfaat, bagi kebutuhan mahasiswa baru guna menjalani iklim akademik dan dunia pekerjaan yang tidak hanya menuntut kepandaian dan kecerdasan akademik. Melainkan juga, menuntut kerjasama tim dan berkeja di bawah target capaian organisasi. Karena orang yang sukses, merupakan orang yang mampu menyampaikan dan mengorganisasikan gagasannya dengan baik.

Pencarian kata kunci yang masuk:pasal 1 senior tidak pernah salahpasal mahasiswa senior tak pernah salah